因果报应
*Penjelasan di halaman ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung informasi yang tidak akurat.
1. Informasi Dasar
- Pinyin: yīn guǒ bào yìng
- Terjemahan Bahasa Indonesia: Hukum sebab akibat dan balasannya (hukum karma / menuai apa yang ditabur)
- Susunan Chengyu: 「因」(Sebab, benih perbuatan (karma dalam ajaran Buddha))
+ 「果」(Akibat, buah dari perbuatan) + 「报」(Balasan, ganjaran) + 「应」(Resonansi, timbal balik yang setimpal) - Arti: Setiap sebab pasti menghasilkan akibat yang setimpal; perbuatan baik akan menuai balasan baik, sedangkan perbuatan jahat akan menuai balasan buruk. Berakar dari ajaran agama Buddha tentang karma, dalam percakapan sehari-hari idiom ini lebih sering digunakan dengan nada peringatan atau kritik terhadap perbuatan buruk yang akhirnya menerima ganjaran setimpal.
2. Arti dan Nuansa Terperinci
「因果报应」 memiliki nuansa berikut:
- Makna asal: mencakup sisi baik dan buruk: Dalam ajaran agama Buddha aslinya, konsep ini mencakup dua sisi: sebab baik berbuah baik, dan sebab buruk berbuah buruk. Konsep ini memandang seluruh perbuatan manusia terikat dalam hukum sebab-akibat semesta.
- Pergeseran makna modern: condong pada pembalasan buruk: Dalam penggunaan bahasa modern sehari-hari, ungkapan ini paling sering dipakai ketika seseorang yang berbuat jahat akhirnya menuai kehancuran akibat tindakannya sendiri, dengan nada sinis atau peringatan moral.
- Keyakinan moral dan hukum alam: Mengandung keyakinan moral yang universal bahwa meski seseorang bisa mengelabui sesamanya, hukum alam dan keadilan langit pada akhirnya akan menuntut pertanggungjawaban atas setiap perbuatan.
3. Penggunaan
「因果报应」 terutama digunakan dalam konteks berikut:
- Peringatan terhadap perbuatan jahat: Digunakan untuk memperingatkan seseorang yang berbuat curang atau jahat bahwa kelak tindakannya pasti akan berbalik merugikan dirinya sendiri.
- Contoh:「做人千万不能丧尽天良,要知道因果报应,迟早会有清算的一天。」
(Sebagai manusia jangan sekali-kali sampai kehilangan hati nurani; ingatlah bahwa ada hukum karma, cepat atau lambat hari perhitungan itu pasti akan tiba.)
- Contoh:「做人千万不能丧尽天良,要知道因果报应,迟早会有清算的一天。」
- Mengomentari kejatuhan orang jahat: Digunakan untuk menegaskan bahwa kehancuran atau kemalangan yang menimpa orang jahat merupakan ganjaran atas perbuatannya sendiri.
- Contoh:「他当年靠非法手段发家,如今落得身败名裂,真可以说是因果报应。」
(Dahulu ia kaya raya lewat jalan haram, kini nama baiknya hancur lebur; ini sungguh dapat dikatakan sebagai hukum karma.)
- Contoh:「他当年靠非法手段发家,如今落得身败名裂,真可以说是因果报应。」
- Menyatakan pandangan hidup atau keyakinan spiritual: Digunakan saat mengungkapkan keyakinan pada keadilan moral semesta dan pentingnya berbuat kebajikan.
- Contoh:「很多老人深信因果报应,所以一辈子都坚持行善积德。」
(Banyak orang tua sangat percaya pada hukum karma dan pembalasan, sehingga sepanjang hidupnya mereka teguh berbuat baik dan menumpuk kebajikan.)
- Contoh:「很多老人深信因果报应,所以一辈子都坚持行善积德。」
Contoh Lainnya:
- 善有善报,恶有恶报,这就是老百姓常说的因果报应。
(Kebaikan dibalas kebaikan, kejahatan dibalas kejahatan; inilah yang sering disebut orang awam sebagai hukum karma.) - 破坏大自然终究会遭到大自然的反噬,这也是一种因果报应。
(Merusak alam pada akhirnya akan menerima serangan balik dari alam itu sendiri, dan ini juga merupakan bentuk hukum sebab akibat.) - 他总觉得别人不知道自己的恶行,却忘了天理昭昭,因果报应不爽。
(Ia selalu mengira tak ada orang yang tahu kejahatannya, tetapi lupa bahwa keadilan langit itu nyata dan balasan perbuatan tidak pernah meleset.) - 与其天天担心因果报应,不如从现在开始坦坦荡荡地做人。
(Daripada setiap hari cemas akan hukum karma, lebih baik mulai sekarang hiduplah dengan jujur dan terbuka.)
4. Latar Belakang Budaya dan Catatan
- Konsep asal agama Buddha: Pemikiran tentang karma (perbuatan) dan vipāka (buah perbuatan) dari bahasa Sanskerta kuno masuk ke Tiongkok melalui penerjemahan kitab-kitab Buddha, lalu berbaur dengan pandangan kausalitas lokal serta konsep 承负 (chéngfù) dalam Taoisme (ajaran bahwa kebajikan atau keburukan leluhur berdampak pada keturunannya). Catatan tanya-jawab mengenai konsep ini tercatat antara lain dalam karya biksu zaman Dinasti Tang, 慧立 (Huì Lì), berjudul 大慈恩寺三藏法师传 (Dà Cí'ēn Sì Sānzàng Fǎshī Zhuàn).
- Nuansa pemakaian modern: Meski makna aslinya mencakup ganjaran baik maupun buruk, dalam percakapan bahasa Mandarin modern idiom ini jauh lebih lazim dipakai dengan nuansa peyoratif (negatif), yakni sebagai peringatan bahwa perbuatan jahat pasti akan menuai petaka bagi pelakunya sendiri.
5. Chengyu Serupa dan Berlawanan
- Chengyu Serupa:
- 自作自受 (zì zuò zì shòu): Menanggung sendiri akibat buruk dari perbuatannya sendiri; menuai apa yang diperbuat.
- 种瓜得瓜 (zhòng guā dé guā): Menanam labu memetik labu; sebab yang ditanam pasti mendatangkan hasil yang serupa (sering dipadukan dengan 种豆得豆 (zhòng dòu dé dòu)).
- Chengyu Berlawanan:
6. Ringkasan
因果报应 (yīn guǒ bào yìng) adalah idiom yang berakar dari konsep hukum karma, di mana setiap perbuatan baik maupun buruk pasti mendatangkan balasan yang setimpal. Dalam bahasa Mandarin modern, ungkapan ini sangat sering dipakai untuk memperingatkan bahwa kejahatan pasti akan berujung pada malapetaka bagi pelakunya sendiri. Ungkapan ini umum digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun karya sastra.
