冷酷无情
*Penjelasan di halaman ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung informasi yang tidak akurat.
1. Informasi Dasar
- Pinyin: lěng kù wú qíng
- Terjemahan Bahasa Indonesia: Dingin, kejam, dan tanpa belas kasihan (berhati dingin dan kejam)
- Susunan Chengyu: 「冷」(dingin atau bersikap masa bodoh)
+ 「酷」(kejam, sadis, atau keras tanpa ampun) + 「无」(tidak ada atau tanpa) + 「情」(perasaan, kehangatan hati, atau belas kasihan) - Arti: Menggambarkan seseorang atau keadaan yang sama sekali tidak memedulikan perasaan atau penderitaan orang lain, sangat dingin, dan kejam. Ini adalah kata celaan yang sangat kuat yang menunjukkan ketiadaan rasa kemanusiaan, kehangatan batin, atau belas kasihan.
2. Arti dan Nuansa Terperinci
「冷酷无情」 memiliki nuansa berikut:
- Sikap dingin yang ekstrem: Bukan sekadar tidak ramah, melainkan sikap dingin membeku yang sama sekali tidak tersentuh meski melihat penderitaan orang lain.
- Kekejaman tanpa ampun: Sesuai dengan karakter 酷 (kù), sikap ini sering kali menimbulkan rasa sakit mendalam, baik secara fisik maupun psikologis, bagi korbannya.
- Hilangnya rasa kemanusiaan: Bagian 无情 (wú qíng) menekankan hilangnya rasa kasih sayang, empati, dan belas kasih yang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia.
3. Penggunaan
「冷酷无情」 terutama digunakan dalam konteks berikut:
- Penggambaran watak seseorang: Kerap digunakan untuk mengkritik watak diktator, tokoh antagonis, atau orang yang sangat mementingkan diri sendiri.
- Contoh:「那个独裁者冷酷无情,为了保住权力不惜牺牲无数人的生命。」
(Diktator itu berhati dingin dan kejam, rela mengorbankan nyawa tak terhitung banyaknya demi mempertahankan kekuasaan.)
- Contoh:「那个独裁者冷酷无情,为了保住权力不惜牺牲无数人的生命。」
- Kenyataan hidup atau kondisi sosial yang keras: Digunakan sebagai personifikasi ketika kenyataan, nasib, atau bencana alam menerpa manusia tanpa belas kasihan.
- Contoh:「面对冷酷无情的现实,他不得不放弃了最初的梦想。」
(Menghadapi kenyataan yang kejam dan tanpa ampun, ia terpaksa melepaskan impian awalnya.)
- Contoh:「面对冷酷无情的现实,他不得不放弃了最初的梦想。」
- Sikap atau keputusan yang diambil: Merujuk pada keputusan berat dalam dunia bisnis atau hukum yang tidak menyisakan ruang bagi perasaan atau keringanan.
- Contoh:「公司为了削减成本,做出了裁员这一冷酷无情的决定。」
(Demi memangkas biaya, perusahaan mengambil keputusan yang tanpa belas kasihan untuk mem-PHK karyawan.)
- Contoh:「公司为了削减成本,做出了裁员这一冷酷无情的决定。」
Contoh Lainnya:
- 他那冷酷无情的眼神让人感到不寒而栗。
(Sorot matanya yang dingin dan kejam membuat orang bergidik ngeri.) - 战争是冷酷无情的,它摧毁了无数幸福的家庭。
(Perang itu kejam dan tak berbelaskasihan, merenggut kebahagiaan keluarga yang tak terhitung jumlahnya.) - 虽然法律有时候显得冷酷无情,但它是维护社会秩序的基础。
(Meskipun hukum terkadang terkesan dingin dan tanpa kompromi, ia merupakan fondasi utama pemelihara ketertiban masyarakat.) - 没想到平时温和的他,在利益面前竟然变得如此冷酷无情。
(Tidak disangka ia yang biasanya ramah bisa menjadi begitu berhati dingin dan kejam demi keuntungan pribadi.)
4. Latar Belakang Budaya dan Catatan
- Tingkat ketegasan: Karena merupakan celaan yang sangat tajam dan berbobot berat, ungkapan ini tidak cocok dipakai sebagai gurauan santai atau teguran ringan di antara teman akrab.
- Latar budaya dan moralitas: Nilai-nilai moral tradisional Tionghoa sangat menjunjung konsep 仁 (rén) dan 义 (yì) serta ikatan kasih sesama yang disebut 情 (qíng). Seseorang yang dianggap 无情 (wú qíng) dipandang memiliki cacat moral yang serius karena melanggar fitrah kemanusiaan.
5. Chengyu Serupa dan Berlawanan
- Chengyu Serupa:
- 无情无义 (wú qíng wú yì): Tidak punya rasa belas kasih maupun rasa keadilan/moral; tidak tahu balas budi.link
- 铁石心肠 (tiě shí xīn cháng): Hati bagai besi dan batu; berhati keras tanpa simpati atau rasa iba.
- Chengyu Berlawanan:
- 柔情蜜意 (róu qíng mì yì): Rasa cinta dan kasih sayang yang amat lembut dan manis.
- 多愁善感 (duō chóu shàn gǎn): Sangat sensitif, berhati lembut, dan mudah tersentuh perasaannya.
- 善解人意 (shàn jiě rén yì): Pandai memahami perasaan orang lain dan penuh perhatian.link
- 无微不至 (wú wēi bù zhì): Perhatian dan kepedulian yang sangat mendalam sampai ke hal-hal terkecil.link
6. Ringkasan
冷酷无情 (lěng kù wú qíng) adalah ungkapan bernada celaan keras untuk menggambarkan ketiadaan rasa kemanusiaan dan empati. Selain untuk watak tokoh jahat atau diktator, ungkapan ini sering digunakan secara kiasan untuk hal-hal yang kejam dan tak kenal ampun seperti perang, bencana, atau kenyataan hidup yang pahit.
Muncul dalam ujian Chuken (ujian bahasa Mandarin di Jepang)Pra-Tingkat 1
