background texture

引经据典

*Penjelasan di halaman ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung informasi yang tidak akurat.

1. Informasi Dasar

  • Pinyin: yǐn jīng jù diǎn
  • Terjemahan Bahasa Indonesia: Mengutip kitab klasik dan merujuk kisah kuno (berargumen dengan rujukan klasik yang otoritatif)
  • Susunan Chengyu: 「引」(mengutip; menyitir)+「经」(kitab suci klasik; kitab-kitab kanonik)+「据」(berdasarkan; berpegang pada)+「典」(catatan sejarah kuno; kisah klasik; undang-undang kanon)
  • Arti: Mengutip kitab-kitab klasik yang otoritatif dan kisah sejarah dalam ujaran atau tulisan sebagai dasar argumen sendiri. Ungkapan ini sering digunakan untuk memperkuat daya persuasi, tetapi dalam konteks tertentu juga bisa bermakna menyindir seseorang yang sok pamer ilmu atau terlalu kaku.

2. Arti dan Nuansa Terperinci

「引经据典」 memiliki nuansa berikut:

  • Meminjam Otoritas: Bukan sekadar kutipan biasa, idiom ini mengacu pada tindakan memperkuat keabsahan logika dengan bersandar pada 经 (jīng) atau kitab klasik kanonik dan 典 (diǎn) atau preseden historis yang diakui secara luas.
  • Bukti Keluasan Ilmu: Mampu melakukan hal ini membutuhkan pembacaan yang luas dan perbendaharaan pengetahuan yang kaya, sehingga kerap menjadi tolok ukur kedalaman intelektual seorang pembicara atau penulis.

3. Penggunaan

「引经据典」 terutama digunakan dalam konteks berikut:

  • Akademis dan Karya Tulis Ilmiah: Digunakan dalam konteks positif pada makalah, pidato, atau debat untuk menunjukkan argumen yang kukuh berdasarkan kutipan klasik.
    • Contoh:「这位教授讲课时总是引经据典,让学生们大开眼界。」
      (Profesor ini saat mengajar selalu mengutip kitab dan kisah klasik, membuat wawasan para mahasiswa terbuka luas.)
  • Sindiran dan Kritik: Digunakan untuk menyindir seseorang yang berbicara terlalu kaku, berbelit-belit, atau pamer pengetahuan dalam percakapan sehari-hari.
    • Contoh:「别跟我引经据典了,直接说重点好吗?」
      (Jangan mengutip-ngutip kata bijak kuno di depanku, langsung bicara intinya saja, bisa kan?)
  • Kepengarangan dan Seni Sastra: Digunakan sebagai pujian atas gaya penulisan yang kaya akan referensi dan pengetahuan mendalam.
    • Contoh:「他的文章引经据典,文采斐然,读起来很有韵味。」
      (Tulisannya sarat akan rujukan klasik, bahasanya luar biasa indah, dan sangat bermakna saat dibaca.)

Contoh Lainnya:

  1. 辩论会上,双方选手引经据典,互不相让。
    (Dalam forum debat, peserta kedua belah pihak berargumen dengan rujukan klasik, tidak ada yang mau mengalah.)
  2. 为了说服顽固的父亲,他不得不引经据典地讲了一大通道理。
    (Demi meyakinkan ayahnya yang keras kepala, dia terpaksa mengutip berbagai ajaran kuno untuk menjelaskan argumennya panjang lebar.)
  3. 写历史小说需要查阅大量资料,才能做到引经据典,符合史实。
    (Menulis novel sejarah memerlukan pemeriksaan banyak data rujukan, agar hasilnya berdasarkan sumber kanonik dan sesuai dengan fakta sejarah.)
  4. 他说话喜欢引经据典,有时候让人觉得有点掉书袋。
    (Dia suka mengutip teks kuno saat berbicara, terkadang membuat orang merasa dia suka memamerkan ilmunya.)

4. Latar Belakang Budaya dan Catatan

  • Asal-usul: Ungkapan ini berakar dari bab Biografi 荀爽 (Xún Shuǎng) dalam kitab sejarah 《后汉书》 (Hòu Hàn Shū): "爽皆引據大義,正之經典" (Shuang selalu menyitir prinsip-prinsip moral utama dan meluruskannya berlandaskan kitab-kitab kanonik). Awalnya frasa ini bermakna membuktikan kebenaran politik atau moral berdasarkan kitab-kitab Konfusianisme.
  • Relevansi Modern: Dalam tradisi Tionghoa, mengutip perkataan otoritas masa lampau seperti Konfusius (孔子) atau Mengzi (孟子) adalah senjata retorika terkuat. Di masa kini, hal tersebut tetap dihormati sebagai tanda keterpelajaran, meski dalam percakapan kasual atau bisnis modern tindakan ini kadang dipandang kaku atau tidak praktis jika berlebihan.

5. Chengyu Serupa dan Berlawanan

6. Ringkasan

引经据典 (yǐn jīng jù diǎn) berarti memperkuat argumen dengan mengutip teks klasik atau sumber yang berwenang. Dalam ranah akademis dan penulisan, idiom ini dipuji sebagai bukti keluasan ilmu dan kekuatan logika. Namun, jika digunakan berlebihan dalam percakapan sehari-hari, hal itu bisa terkesan bertele-tele atau sok pintar.

Panduan Fitur 造句

Latihan Membuat Kalimat 📝

Coba buat kalimat menggunakan '引经据典'!

0/50