自相矛盾
*Penjelasan di halaman ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung informasi yang tidak akurat.
1. Informasi Dasar
- Pinyin: zì xiāng máo dùn
- Terjemahan Bahasa Indonesia: Tombak dan perisai saling bertentangan (kontradiktif / tidak sejalan antara perkataan dan perbuatan)
- Susunan Chengyu: 「自」(Diri sendiri)
+ 「相」(Saling / satu sama lain) + 「矛」(Tombak (senjata untuk menyerang)) + 「盾」(Perisai (alat pelindung diri untuk bertahan)) - Arti: Perkataan atau perbuatan seseorang saling bertolak belakang dan tidak masuk akal secara logika. Idiom ini berasal dari fabel tentang seorang pedagang yang menjual tombak paling tajam dan perisai paling kokoh secara bersamaan, dan digunakan untuk menunjukkan ketidakkonsistenan yang tidak masuk akal, baik secara kritis maupun objektif.
2. Arti dan Nuansa Terperinci
「自相矛盾」 memiliki nuansa berikut:
- Cacat Logika Total: Bukan sekadar perbedaan biasa, melainkan pernyataan yang menyatakan 'A' lalu menyatakan 'bukan A', sehingga kedua hal tersebut mustahil benar secara bersamaan.
- Kontradiksi Internal: Bukan perselisihan pendapat dengan orang lain, melainkan ketidaksesuaian perkataan atau perbuatan yang timbul dari orang atau organisasi yang sama (kontradiksi internal).
3. Penggunaan
「自相矛盾」 terutama digunakan dalam konteks berikut:
- Menunjukkan cacat dalam argumen atau penjelasan: Sering digunakan untuk menunjukkan bahwa penjelasan atau kesaksian seseorang tidak konsisten. Karena menyoroti kesalahan logika secara langsung, nada bicaranya bisa terdengar cukup tegas.
- Contoh:「你刚才说没见过他,现在又说他穿红衣服,这不是自相矛盾吗?」
(Tadi kamu bilang belum pernah bertemu dengannya, tapi sekarang bilang dia memakai baju merah, bukankah ini saling bertentangan?)
- Contoh:「你刚才说没见过他,现在又说他穿红衣服,这不是自相矛盾吗?」
- Menggambarkan pergulatan batin: Digunakan juga untuk melukiskan keadaan batin yang mengalami konflik akibat dua keinginan yang saling bertolak belakang.
- Contoh:「他心里很自相矛盾,既想辞职去创业,又舍不得现在的稳定收入。」
(Hatinya sangat bimbang dan terbelah, di satu sisi ingin mengundurkan diri untuk merintis usaha, namun di sisi lain enggan melepaskan penghasilan stabilnya saat ini.)
- Contoh:「他心里很自相矛盾,既想辞职去创业,又舍不得现在的稳定收入。」
Contoh Lainnya:
- 这份报告的数据前后不一,明显是自相矛盾的。
(Data dalam laporan ini tidak konsisten dari awal hingga akhir, jelas sekali saling bertentangan.) - 为了掩盖谎言,他编造了许多自相矛盾的故事。
(Demi menutupi kebohongannya, dia mengarang banyak cerita yang tidak masuk akal dan saling bertolak belakang.) - 这种既要马儿跑,又要马儿不吃草的想法,简直是自相矛盾。
(Gagasan yang menuntut kuda terus berlari tetapi tidak memberinya makan rumput ini sungguh tidak masuk akal dan kontradiktif.)
4. Latar Belakang Budaya dan Catatan
- Asal-usul: Berasal dari bab 难一 (Nán Yī) dalam kitab 韩非子 (Hánfēizǐ). Cerita ini mengisahkan seorang pedagang senjata di Negara Chu yang memuji tombaknya mampu menembus perisai apa pun, sekaligus membual bahwa perisainya mampu menahan senjata apa pun. Saat seorang pembeli bertanya apa yang terjadi jika tombaknya ditusukkan ke perisainya sendiri, pedagang itu terdiam seribu bahasa.
- Asal Mula Kata 'Kontradiksi': Idiom ini adalah asal usul kata 矛盾 (máo dùn) dalam bahasa Mandarin modern, yang bermakna 'kontradiksi' atau 'konflik'. Dalam bahasa Mandarin modern sehari-hari, kata 矛盾 (máo dùn) dapat berarti konflik antarpribadi atau masalah sosial (misalnya 社会矛盾, shè huì máo dùn). Namun, saat digunakan sebagai bentuk chengyu 自相矛盾 (zì xiāng máo dùn), maknanya terbatas pada ketidakkonsistenan ucapan atau tindakan dari pihak yang sama.
5. Chengyu Serupa dan Berlawanan
- Chengyu Serupa:
- 前后不一 (qián hòu bù yī): Perkataan atau perbuatan yang tidak konsisten antara yang di awal dan yang di akhir.
- 漏洞百出 (lòu dòng bǎi chū): Penuh dengan kelemahan, celah, atau cacat logika dalam pembicaraan maupun tulisan.
- Chengyu Berlawanan:
- 自圆其说 (zì yuán qí shuō): Mampu memberikan alasan yang masuk akal untuk menjustifikasi atau menutupi celah dari pernyataannya sendiri.
- 言行一致 (yán xíng yī zhì): Perkataan dan perbuatan berjalan selaras serta tidak ada kontradiksi.
6. Ringkasan
自相矛盾 (zì xiāng máo dùn) merujuk pada ucapan atau tindakan diri sendiri yang saling bertentangan dan tidak konsisten. Berasal dari kisah tombak dan perisai yang tak terkalahkan, ungkapan ini digunakan untuk mengkritik cacat logika atau menggambarkan konflik batin seseorang. Berbeda dengan kata umum 矛盾 (máo dùn) yang bisa berarti konflik antarpribadi, idiom ini khusus menekankan kontradiksi yang terjadi di dalam diri sendiri.
Muncul dalam ujian Chuken (ujian bahasa Mandarin di Jepang)Pra-Tingkat 1
