愚公移山
*Penjelasan di halaman ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung informasi yang tidak akurat.
1. Informasi Dasar
- Pinyin: yú gōng yí shān
- Terjemahan Bahasa Indonesia: Kakek Yu memindahkan gunung (kegigihan tanpa henti mampu menaklukkan rintangan sebesar apa pun)
- Susunan Chengyu: 「愚公」(Kakek Yu; tokoh protagonis tua dalam fabel Tionghoa kuno, secara harfiah bermakna 'kakek tua yang bodoh')
+ 「移」(Memindahkan atau menggeser) + 「山」(Gunung (dalam konteks ini melambangkan rintangan besar yang menghalangi jalan)) - Arti: Perumpamaan bahwa betapapun sulit dan tampaknya mustahil suatu hal, jika seseorang memiliki kemauan yang teguh dan tekad pantang menyerah, pada akhirnya ia pasti akan berhasil. Dalam konteks modern, idiom ini sering digunakan untuk memuji semangat gigih yang tidak gentar menghadapi kesulitan besar.
2. Arti dan Nuansa Terperinci
「愚公移山」 memiliki nuansa berikut:
- Semangat pantang menyerah: Menekankan tekad yang luar biasa dan kesabaran tanpa batas, bukan sekadar kerja keras biasa, melainkan kesiapan untuk terus berjuang bahkan lintas generasi demi mencapai tujuan.
- Menantang kemustahilan: Menggambarkan sikap berani menghadapi permasalahan raksasa yang menurut akal sehat dianggap sia-sia atau mustahil diselesaikan.
3. Penggunaan
「愚公移山」 terutama digunakan dalam konteks berikut:
- Slogan dan seruan semangat: Sering digunakan dalam pidato politik atau slogan pencapaian target organisasi dalam bentuk ungkapan 'semangat Kakek Yu memindahkan gunung'. Nada bicaranya sangat formal dan serius.
- Contoh:「我们要发扬愚公移山的精神,克服一切困难,完成这项艰巨的任务。」
(Kita harus mengembangkan semangat pantang menyerah laksana Kakek Yu memindahkan gunung, mengatasi segala kesulitan, dan menyelesaikan tugas berat ini.)
- Contoh:「我们要发扬愚公移山的精神,克服一切困难,完成这项艰巨的任务。」
- Proyek jangka panjang: Digunakan sebagai pernyataan tekad saat mengerjakan program yang membutuhkan waktu bertahun-tahun, seperti perlindungan lingkungan atau proyek infrastruktur berskala besar.
- Contoh:「治理沙漠不是一朝一夕的事,需要我们拿出愚公移山的毅力。」
(Penghijauan padang pasir bukanlah perkara semalam, kita perlu mengerahkan kegigihan seperti Kakek Yu yang memindahkan gunung.)
- Contoh:「治理沙漠不是一朝一夕的事,需要我们拿出愚公移山的毅力。」
Contoh Lainnya:
- 只要有愚公移山的恒心,就没有学不会的技术。
(Asalkan memiliki ketekunan sekuat Kakek Yu memindahkan gunung, tidak ada keterampilan yang mustahil untuk dipelajari.) - 面对堆积如山的工作,他拿出了愚公移山的劲头,一点一点地处理。
(Menghadapi pekerjaan yang menumpuk setinggi gunung, ia mengerahkan kegigihan bagai Kakek Yu memindahkan gunung untuk menyelesaikannya sedikit demi sedikit.) - 这种愚公移山般的执着,最终让他获得了诺贝尔奖。
(Keteguhan hati yang tak kenal menyerah laksana Kakek Yu memindahkan gunung inilah yang pada akhirnya mengantarkannya meraih Penghargaan Nobel.)
4. Latar Belakang Budaya dan Catatan
- Asal-usul: Berasal dari kitab 《列子》 (Lièzǐ) bab 汤问 (Tāng Wèn). Dikisahkan seorang kakek berusia 90 tahun bernama 愚公 (Yú Gōng) merasa terganggu oleh dua gunung besar di depan rumahnya, lalu mengajak seluruh keluarganya untuk mencangkul dan memindahkan gunung tersebut. Seorang kakek lain bernama 智叟 (Zhì Sǒu, si kakek bijak) menertawakannya dan menganggap perbuatan itu sia-sia. Namun 愚公 (Yú Gōng) membantah dengan mengatakan bahwa anak dan cucunya akan terus melanjutkan usaha tersebut turun-temurun hingga gunung itu rata. Ketulusan tekadnya membuat Dewa Langit terharu dan akhirnya memerintahkan dewa untuk memindahkan gunung tersebut.
- Latar Belakang Sejarah dan Politik: Pada tahun 1945, Mao Zedong menyampaikan pidato penutup berjudul '愚公移山' (Yú Gōng Yí Shān) pada Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-7, menjadikannya landasan semangat revolusioner. Sejak saat itu, idiom ini sarat dengan makna perjuangan mengatasi kesulitan dan membangun bangsa dalam konteks sosial-politik Tiongkok modern.
- Pesan Paradoksal: Cerita ini memuat pelajaran paradoks yang mendalam; tokoh yang bernama 愚公 (Yú Gōng, secara harfiah 'kakek bodoh') ternyata memiliki visi jauh ke depan dan kebijaksanaan sejati, sedangkan 智叟 (Zhì Sǒu, secara harfiah 'kakek bijak') justru berpikiran picik dan mudah menyerah.
5. Chengyu Serupa dan Berlawanan
- Chengyu Serupa:
- 精卫填海 (jīng wèi tián hǎi): Legenda burung Jingwei yang membawa ranting dan kerikil untuk menimbun laut; melambangkan tekad baja yang tak kenal lelah, namun sering kali disertai nuansa kepedihan atau perjuangan yang tragis.
- 锲而不舍 (qiè ér bù shě): Terus mengukir tanpa berhenti; mengibaratkan ketekunan dalam belajar atau bekerja dengan pantang menyerah hingga tuntas.link
- 坚持不懈 (jiān chí bù xiè): Bertahan terus-menerus tanpa pernah mengendur sedikit pun; gigih dan konsisten.link
- Chengyu Berlawanan:
- 虎头蛇尾 (hǔ tóu shé wěi): Kepala harimau ekor ular; bersemangat menggebu-gebu pada awalnya tetapi melempem dan mengecewakan di akhir (hangat-hangat tahi ayam).
- 半途而废 (bàn tú ér fèi): Berhenti di tengah jalan; meninggalkan suatu pekerjaan sebelum selesai atau setengah-setengah.link
- 自暴自弃 (zì bào zì qì): Putus asa terhadap diri sendiri dan membuang harapan; meratapi nasib tanpa mau berusaha lagi.link
6. Ringkasan
愚公移山 (yú gōng yí shān) adalah chengyu yang melambangkan sikap pantang menyerah dalam menghadapi tantangan yang sangat berat. Ungkapan ini tidak sekadar bermakna usaha keras biasa, melainkan menyiratkan komitmen jangka panjang serta keteguhan hati yang bahkan dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Berkat pengaruh pidato terkenal Mao Zedong, di Tiongkok idiom ini memiliki bobot makna yang sangat positif dan sering dijadikan slogan pemompa semangat di ruang publik maupun organisasi.
