自暴自弃
*Penjelasan di halaman ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung informasi yang tidak akurat.
1. Informasi Dasar
- Pinyin: zì bào zì qì
- Terjemahan Bahasa Indonesia: Merusak dan mencampakkan diri sendiri (putus asa dan membiarkan diri terpuruk)
- Susunan Chengyu: 「自」(Diri sendiri)
+ 「暴」(Merusak atau mencelakai (bukan bermakna kekerasan fisik, melainkan menyia-nyiakan atau meremehkan)) + 「自」(Diri sendiri) + 「弃」(Membuang atau mencampakkan) - Arti: Sikap memperlakukan diri sendiri secara buruk, membuang tekad untuk maju, dan membiarkan diri terpuruk akibat kegagalan atau rintangan. Idiom ini menekankan hilangnya semangat untuk memperbaiki diri dan sikap menyerah terhadap masa depan.
2. Arti dan Nuansa Terperinci
「自暴自弃」 memiliki nuansa berikut:
- Penyangkalan diri dan keputusasaan: Bukan sekadar merasa sedih atau murung, melainkan kondisi mental ketika seseorang meremehkan dirinya sendiri ('buat apa berusaha, toh saya tidak mampu') dan memilih berhenti berjuang untuk maju.
- Dampak pada perilaku: Ketika jatuh ke dalam kondisi ini, seseorang sering kali menjalani hidup yang berantakan, bertindak tidak bertanggung jawab, atau terperosok ke dalam sikap apatis dan kehilangan semangat hidup secara total.
3. Penggunaan
「自暴自弃」 terutama digunakan dalam konteks berikut:
- Penyemangat dan nasihat: Sering digunakan untuk menasihati seseorang yang terpuruk akibat kegagalan agar tidak menyerah atau menyia-nyiakan diri sendiri.
- Contoh:「一次失败不算什么,你千万不要自暴自弃。」
(Satu kegagalan bukanlah apa-apa, kamu sama sekali tidak boleh putus asa dan merusak dirimu sendiri.)
- Contoh:「一次失败不算什么,你千万不要自暴自弃。」
- Penggambaran keadaan: Digunakan untuk menggambarkan seseorang yang telah kehilangan harapan dan menjalani hidup yang terpuruk, baik dengan nada mengkritik maupun bersimpati.
- Contoh:「自从失业后,他就开始酗酒,整天自暴自弃。」
(Sejak kehilangan pekerjaan, dia mulai kecanduan alkohol dan sepanjang hari membiarkan dirinya terpuruk.)
- Contoh:「自从失业后,他就开始酗酒,整天自暴自弃。」
Contoh Lainnya:
- 无论遇到多大的困难,我们都不能自暴自弃。
(Sebesar apa pun kesulitan yang dihadapi, kita tidak boleh mencampakkan diri sendiri dan menyerah.) - 他并没有因为身体的残疾而自暴自弃,反而更加努力生活。
(Dia tidak lantas berputus asa dan terpuruk karena kekurangan fisiknya, melainkan justru menjalani hidup dengan lebih bersemangat.) - 看着他那自暴自弃的样子,朋友们都很痛心。
(Melihat sikapnya yang putus asa dan menelantarkan diri itu, teman-temannya merasa sangat sedih.)
4. Latar Belakang Budaya dan Catatan
- Asal Usul: Idiom ini bersumber dari kitab 孟子 (Mèngzǐ), tepatnya pada bab 离娄上 (Lí Lóu Shàng). Ungkapan aslinya berbunyi '自暴者,不可与有言也;自弃者,不可与有为也' (Orang yang merusak dirinya sendiri tidak dapat diajak bicara; orang yang mencampakkan dirinya sendiri tidak dapat diajak berbuat bersama). Pada awalnya, ungkapan ini merujuk pada orang yang melanggar kesopanan serta mencampakkan nilai kebajikan dan kebenaran, tetapi kini maknanya meluas menjadi sikap membiarkan diri terpuruk.
- Nuansa Makna: Dalam bahasa Mandarin, 自暴自弃 (zì bào zì qì) tidak selalu melibatkan amukan atau tindakan destruktif secara fisik, melainkan sering kali merujuk pada keputusasaan batin yang pasif, seperti membuang tekad untuk maju, menjadi apatis, atau sengaja membiarkan kualitas hidupnya merosot.
5. Chengyu Serupa dan Berlawanan
- Chengyu Serupa:
- 破罐破摔 (pò guàn pò shuāi): Secara harfiah berarti membanting guci yang sudah retak hingga hancur berkeping-keping; bersikap masa bodoh dan membiarkan keadaan makin memburuk karena sudah terlanjur gagal (lebih bersifat bahasa lisan).
- 妄自菲薄 (wàng zì fěi bó): Meremehkan diri sendiri tanpa dasar yang jelas; penilaian diri yang terlalu rendah yang sering kali menjadi awal mula timbulnya keputusasaan.
- 得过且过 (dé guò qiě guò): Menjalani hidup sekadar lewat tanpa rencana masa depan atau ambisi untuk memperbaiki keadaan.link
- 无所作为 (wú suǒ zuò wéi): Tidak berbuat apa-apa dan tidak memberikan kontribusi maupun pencapaian apa pun.link
- Chengyu Berlawanan:
6. Ringkasan
自暴自弃 (zì bào zì qì) menggambarkan kondisi seseorang yang kehilangan harapan lalu menyerah pada dirinya sendiri serta berhenti berusaha. Idiom ini sangat berfokus pada pengabaian upaya perbaikan diri dan sering digunakan dalam kalimat penyemangat bernada larangan, seperti 不要自暴自弃 (bú yào zì bào zì qì: jangan berputus asa dan menyerah pada dirimu sendiri).
