自食其果
*Penjelasan di halaman ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung informasi yang tidak akurat.
1. Informasi Dasar
- Pinyin: zì shí qí guǒ
- Terjemahan Bahasa Indonesia: Memakan buah perbuatannya sendiri (menanggung akibat buruk dari perbuatannya sendiri)
- Susunan Chengyu: 「自」(diri sendiri)
+ 「食」(memakan; menanggung) + 「其」(itu (dari tindakannya sendiri)) + 「果」(buah; akibat, balasan) - Arti: Menanggung sendiri kerugian atau hukuman sebagai akibat dari perbuatan buruk yang dilakukan. Idiom ini memiliki konotasi peyoratif (merendahkan) yang menekankan sisi negatif dari hukum sebab-akibat atau karma.
2. Arti dan Nuansa Terperinci
「自食其果」 memiliki nuansa berikut:
- Balasan atas Perbuatan Buruk: Idiom ini bukan digunakan untuk kegagalan biasa, melainkan saat seseorang menuai hasil buruk akibat tindakan yang melanggar moral atau pilihan yang bodoh.
- Penekanan pada Tanggung Jawab Pribadi: Menegaskan bahwa kesialan atau penderitaan tersebut bukan karena kesalahan orang lain, melainkan murni akibat ulah diri sendiri.
3. Penggunaan
「自食其果」 terutama digunakan dalam konteks berikut:
- Peringatan atau Nasihat: Sering digunakan untuk memperingatkan orang lain bahwa jika terus berbuat buruk, mereka sendiri yang akan menanggung akibat fatalnya.
- Contoh:「如果你继续欺骗大家,总有一天你会自食其果。」
(Jika kamu terus membohongi semua orang, suatu hari nanti kamu pasti akan menanggung akibat buruk dari perbuatanmu sendiri.)
- Contoh:「如果你继续欺骗大家,总有一天你会自食其果。」
- Kesimpulan atas Kegagalan: Digunakan ketika seseorang mengalami kegagalan untuk menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah nasib buruk, melainkan balasan yang memang pantas ia terima.
- Contoh:「他不听劝告一意孤行,现在的困境完全是自食其果。」
(Dia menolak mendengarkan nasihat dan bertindak sesuka hati, sehingga kesulitan yang dihadapinya saat ini sepenuhnya adalah buah dari tindakannya sendiri.)
- Contoh:「他不听劝告一意孤行,现在的困境完全是自食其果。」
Contoh Lainnya:
- 那些破坏环境的人终将自食其果。
(Orang-orang yang merusak lingkungan pada akhirnya akan menuai akibat perbuatan mereka sendiri.) - 企图陷害别人的人,往往最后是自食其果。
(Orang yang berniat mencelakai orang lain sering kali pada akhirnya justru terkena getahnya sendiri.) - 不要以为做了坏事没人知道,迟早会自食其果。
(Jangan mengira berbuat jahat tidak ada yang tahu, cepat atau lambat kamu akan menanggung sendiri balasannya.)
4. Latar Belakang Budaya dan Catatan
- Latar Belakang Pemikiran Karma: Meskipun bukan istilah langsung dari ajaran agama Buddha, idiom ini mencerminkan konsep sebab-akibat yang mengakar dalam budaya Tionghoa, yaitu perbuatan baik membuahkan kebaikan, sedangkan perbuatan buruk membuahkan keburukan.
- Tingkat Tutur dan Konotasi: Memiliki nada yang sangat kritis dan tajam. Idiom ini menyiratkan ketiadaan rasa simpati dan bahkan kepuasan melihat pelaku kejahatan celaka, sehingga tidak pantas digunakan untuk mengomentari kesalahan kecil seorang teman.
- Asal-usul: Terekam dalam pengantar karya sastrawan modern 茅盾 (Máo Dùn) yang berjudul 呼兰河传 (Hū Lán Hé Zhuàn), meskipun konsep metaforanya telah lama hidup dan berkembang dalam budaya Tionghoa sebelum dibakukan.
5. Chengyu Serupa dan Berlawanan
- Chengyu Serupa:
- 自作自受 (zì zuò zì shòu): Berbuat sendiri menanggung sendiri; sangat mirip maknanya dengan 自食其果 (zì shí qí guǒ) dan umum digunakan dalam ragam percakapan sehari-hari.
- 玩火自焚 (wán huǒ zì fén): Bermain api akhirnya membakar diri sendiri; melakukan hal berbahaya atau jahat yang pada akhirnya menghancurkan diri sendiri.
- 咎由自取 (jiù yóu zì qǔ): Kesalahan dan malapetaka yang didatangkan oleh ulah diri sendiri.link
- Chengyu Berlawanan:
- 嫁祸于人 (jià huò yú rén): Menimpakan bencana atau melempar kesalahan sendiri kepada orang lain.
- 功成名就 (gōng chéng míng jiù): Mencapai kesuksesan besar dan memperoleh ketenaran.link
- 如愿以偿 (rú yuàn yǐ cháng): Semua keinginan dan harapan terkabul.link
6. Ringkasan
自食其果 (zì shí qí guǒ) adalah idiom bernada kritis yang menggambarkan seseorang yang menderita akibat perbuatan buruknya sendiri. Mirip dengan ungkapan memetik buah dari benih yang ditabur sendiri, idiom ini digunakan untuk menegur perbuatan jahat atau menyatakan kegagalan seseorang yang sama sekali tidak patut dikasihani.
