荡然无存
*Penjelasan di halaman ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung informasi yang tidak akurat.
1. Informasi Dasar
- Pinyin: dàng rán wú cún
- Terjemahan Bahasa Indonesia: Tersapu bersih tanpa sisa (hilang lenyap sama sekali)
- Susunan Chengyu: 「荡然」(keadaan kosong bersih seolah tersapu air hingga tak bersisa)
+ 「无」(tidak ada; tiada) + 「存」(ada; tersisa; bertahan) - Arti: Menggambarkan kondisi di mana sesuatu yang semula ada telah lenyap sepenuhnya karena suatu sebab (seperti bencana, kehancuran, atau berlalunya waktu) sehingga tidak meninggalkan jejak sedikit pun. Idiom ini tidak hanya digunakan untuk benda fisik, tetapi juga untuk hal-hal abstrak seperti semangat, budaya, kepercayaan, atau kewibawaan.
2. Arti dan Nuansa Terperinci
「荡然无存」 memiliki nuansa berikut:
- Kemusnahan total: Menekankan keadaan yang 'menjadi nol' alih-alih sekadar berkurang. Terdapat nuansa tersapu bersih hingga benar-benar habis.
- Penekanan rasa kehilangan: Biasanya digunakan saat sesuatu yang berharga atau semula ada hilang lenyap, sehingga sering membawa rasa penyesalan, duka, atau memperlihatkan betapa dahsyatnya sebuah kehancuran.
3. Penggunaan
「荡然无存」 terutama digunakan dalam konteks berikut:
- Kehancuran atau lenyapnya benda fisik: Menggambarkan bangunan, harta benda, atau peninggalan sejarah yang musnah tanpa bekas akibat perang atau bencana.
- Contoh:「一场大火之后,这座古老的寺庙荡然无存。」
(Setelah kebakaran hebat itu, kuil kuno ini telah musnah tanpa bekas.)
- Contoh:「一场大火之后,这座古老的寺庙荡然无存。」
- Hilangnya konsep abstrak: Sering digunakan untuk menyatakan bahwa kepercayaan, martabat, tradisi, atau harapan telah sepenuhnya hilang.
- Contoh:「经过这次丑闻,他在公众心中的良好形象荡然无存。」
(Setelah skandal ini, citra baiknya di hati masyarakat telah lenyap sama sekali.)
- Contoh:「经过这次丑闻,他在公众心中的良好形象荡然无存。」
- Lenyapnya kenangan atau jejak seiring waktu: Merujuk pada ingatan masa lalu atau jejak sejarah yang memudar dan hilang seiring berlalunya waktu.
- Contoh:「随着时间的流逝,童年的记忆早已荡然无存。」
(Seiring berjalannya waktu, kenangan masa kecil sudah lama hilang tak berbekas.)
- Contoh:「随着时间的流逝,童年的记忆早已荡然无存。」
Contoh Lainnya:
- 由于过度开发,这片森林原本的宁静已荡然无存。
(Akibat eksploitasi berlebihan, ketenangan asli hutan ini telah lenyap tak bersisa.) - 面对确凿的证据,他的自信瞬间荡然无存。
(Saat dihadapkan pada bukti yang tak terbantahkan, rasa percaya dirinya seketika hilang lenyap.) - 如果不加以保护,这些传统技艺很快就会荡然无存。
(Jika tidak dilindungi, keterampilan tradisional ini akan segera punah sepenuhnya.) - 战争过后,曾经繁华的城市变得荡然无存。
(Setelah perang usai, kota yang dulunya makmur itu menjadi musnah tanpa bekas.)
4. Latar Belakang Budaya dan Catatan
- Asal-usul: Ungkapan ini bersumber antara lain dari naskah zaman Dinasti Liang Selatan karya 任昉 (Rèn Fǎng) yang berjudul 为梁武帝集坟籍令 (Wèi Liáng Wǔdì Jí Fén Jí Lìng), yang di dalamnya memuat ratapan bahwa koleksi buku dan sarungnya telah musnah terbakar, melahirkan ungkapan 荡然无存 (dàng rán wú cún) sebagai ratapan atas lenyapnya warisan budaya.
- Tingkat formalitas: Merupakan ungkapan tertulis (ragam formal) yang sering muncul dalam laporan berita, artikel sastra, maupun pidato resmi. Jika dipakai dalam obrolan santai sehari-hari untuk hal sepele—misalnya mengeluh isi dompet habis—ungkapan ini akan terdengar hiperbolis dan bernada humor.
5. Chengyu Serupa dan Berlawanan
- Chengyu Serupa:
- 化为乌有 (huà wéi wū yǒu): Lenyap menjadi ketiadaan total; lebih menekankan hasil dari sebuah kehancuran atau kegagalan.link
- 烟消云散 (yān xiāo yún sàn): Bermakna lenyap laksana asap dan awan yang berpencar; kiasan untuk masalah, emosi, atau pikiran yang menguap tak bersisa.
- 无影无踪 (wú yǐng wú zōng): Hilang tanpa bayang-bayang maupun jejak kaki; lenyap tanpa jejak.link
- Chengyu Berlawanan:
- 完好无损 (wán hǎo wú sǔn): Utuh dan sempurna tanpa kerusakan sedikit pun.
- 依然如故 (yī rán rú gù): Tetap sama persis seperti keadaan semula.
- 应有尽有 (yīng yǒu jìn yǒu): Segala sesuatu yang semestinya ada tersedia lengkap.link
- 一应俱全 (yī yīng jù quán): Semua kebutuhan atau perlengkapan tersedia lengkap tanpa kurang satu pun.link
6. Ringkasan
荡然无存 (dàng rán wú cún) adalah peribahasa yang bermakna lenyap atau musnah sepenuhnya tanpa meninggalkan bekas sedikit pun. Sering digunakan ketika sesuatu yang bernilai semula ada—seperti bangunan akibat bencana, atau hal abstrak seperti kepercayaan dan tradisi—hilang secara total. Ungkapan ini bernuansa formal dan menekankan kemusnahan yang menyeluruh.
