蒙在鼓里
*Penjelasan di halaman ini dibuat oleh AI dan mungkin mengandung informasi yang tidak akurat.
1. Informasi Dasar
- Pinyin: méng zài gǔ lǐ
- Terjemahan Bahasa Indonesia: Terkurung di dalam genderang (sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi / dibiarkan tidak tahu apa-apa)
- Susunan Chengyu: 「蒙」(Menutupi, menyelubungi, atau membutakan (informasi))
+ 「在」(Berada di) + 「鼓」(Genderang (alat musik tabuh)) + 「里」(Di dalam) - Arti: Menggambarkan keadaan seseorang yang seperti terkurung di dalam genderang tertutup rapat, di mana dunia luar sama sekali tidak terlihat. Idiom ini merujuk pada situasi saat orang lain di sekitarnya sudah mengetahui suatu kebenaran, tetapi hanya dia sendiri yang dirahasiakan, disembunyikan informasinya, atau tertipu tanpa menyadari apa pun.
2. Arti dan Nuansa Terperinci
「蒙在鼓里」 memiliki nuansa berikut:
- Isolasi informasi: Bukan sekadar 'tidak tahu', ungkapan ini memiliki nuansa kuat bahwa seseorang sengaja dijauhkan dari informasi oleh orang-orang di sekitarnya, atau terisolasi oleh keadaan sehingga informasi penting tidak sampai kepadanya.
- Kondisi pasif: Ungkapan ini sering dipakai bersama kata penanda pasif 被 (bèi) atau menempatkan subjek sebagai pihak yang tidak bersalah. Titik beratnya bukan pada kelalaian diri sendiri, melainkan ketidaktahuan akibat perbuatan atau manipulasi pihak luar.
3. Penggunaan
「蒙在鼓里」 terutama digunakan dalam konteks berikut:
- Rahasia atau hal yang disembunyikan: Digunakan ketika keluarga, teman, atau rekan kerja menyembunyikan kabar buruk, kejutan, atau perselingkuhan, sehingga hanya satu orang yang tidak tahu kebenarannya.
- Contoh:「大家都知道公司要裁员的消息,只有他还被蒙在鼓里。」
(Semua orang sudah tahu kabar bahwa perusahaan akan melakukan PHK, hanya dia sendiri yang masih tidak tahu apa-apa.)
- Contoh:「大家都知道公司要裁员的消息,只有他还被蒙在鼓里。」
- Saat menyadari kebenaran belakangan: Digunakan untuk mengungkapkan rasa kaget atau kesal saat baru menyadari fakta yang selama ini tidak diketahuinya, biasanya dalam pola 我一直蒙在鼓里 (wǒ yìzhí méng zài gǔ lǐ).
- Contoh:「直到警察找上门,我才发现自己一直蒙在鼓里,完全不知道邻居是逃犯。」
(Baru setelah polisi datang ke rumah, saya menyadari bahwa selama ini saya sama sekali tidak tahu apa-apa, tidak menyangka tetangga saya ternyata seorang buronan.)
- Contoh:「直到警察找上门,我才发现自己一直蒙在鼓里,完全不知道邻居是逃犯。」
Contoh Lainnya:
- 别再把他蒙在鼓里了,他有权知道真相。
(Jangan lagi menyembunyikan kenyataan darinya, dia berhak mengetahui kebenaran.) - 这件事情闹得这么大,你怎么还蒙在鼓里?
(Masalah ini sudah menjadi sebesar ini, bagaimana bisa kamu masih belum mengetahui apa-apa?) - 为了给他一个惊喜,我们把生日派对的计划瞒得死死的,让他完全蒙在鼓里。
(Demi memberinya kejutan, kami merahasiakan rencana pesta ulang tahun itu rapat-rapat sehingga dia benar-benar tidak tahu apa-apa.)
4. Latar Belakang Budaya dan Catatan
- Citra metafora: Genderang tradisional Tionghoa dibuat dari rangka kayu yang dilapisi kulit hewan di kedua sisinya sehingga tertutup rapat dan kedap. Bayangkan jika seseorang terkurung di dalamnya: cahaya luar tidak terlihat, dan suara dari luar pun terdengar teredam dan tidak jelas. Keadaan 'terputus dari dunia luar' ini menggambarkan secara hidup seseorang yang dibungkam atau ditutupi dari arus informasi.
- Frekuensi dan ragam bahasa: Idiom ini sangat umum digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan santai. Dalam tata bahasa Mandarin, idiom ini paling lazim dipasangkan dengan kata pasif 被 (bèi), misalnya 被蒙在鼓里 (bèi méng zài gǔ lǐ), yang berarti 'dibiarkan tetap tidak tahu'.
5. Chengyu Serupa dan Berlawanan
- Chengyu Serupa:
- 浑然不知 (hún rán bù zhī): Sama sekali tidak menyadari atau tidak tahu apa-apa secara alami.
- 一无所知 (yī wú suǒ zhī): Tidak mengetahui satu hal pun; berada dalam kondisi nol informasi atau pengetahuan.link
- Chengyu Berlawanan:
- 心知肚明 (xīn zhī dù míng): Sangat paham dan mengerti betul di dalam lubuk hati meskipun tidak diucapkan secara lisan.
- 路人皆知 (lù rén jiē zhī): Bahkan orang yang lewat di jalan pun tahu; rahasia yang sudah diketahui oleh khalayak ramai.
- 一目了然 (yī mù liǎo rán): Jelas terlihat hanya dengan sekali pandang.link
- 众所周知 (zhòng suǒ zhōu zhī): Sudah diketahui oleh semua orang secara umum.link
6. Ringkasan
Idiom 蒙在鼓里 (méng zài gǔ lǐ) mengibaratkan seseorang yang tertutup rapat dari kebenaran layaknya terkurung di dalam tabung genderang. Ungkapan ini sering membawa nuansa bahwa orang tersebut menjadi pihak yang dirugikan atau disembunyikan informasinya secara sengaja oleh orang lain, dan kerap digunakan bersama bentuk pasif 被 (bèi).
